SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi
Renungan Selasa, 15 September 2026
Ibr 5:7-9; Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Luk 2:33-35
“dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri….”  ( Lukas 2:35 )
“Dukacita mendahului kemenangan. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.” Semangat seperti ini lahir dalam diri orang-orang yang memiliki iman, harapan dan kasih, inilah tanda-tanda seorang yang saleh. Jika tidak, penderitaan dan sakit sekecil apapun akan dilihat sebagai sesuatu kemalangan dan bahkan akhir dari segalanya. Santo Paulus dalam surat kepada orang Ibrani (5: 7-9) menyampaikan dengan jelas tentang katekese penderitaan: Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah belajar menjadi taat ditengah gejolak dan tantangan yang mengancam jiwa-Nya, bahkan sampai Ia harus menderita dan wafat di kayu salib. Oleh ketaatan-Nya itu, Ia mencapai kesempurnaan dan menjadi pokok keselamatan kita. Ketaatan Yesus bukan ketaatan buta, tetapi lahir dari iman, harapan, dan kasih-Nya pada Bapa.
Inilah juga yang dialami Bunda Maria. Bagai sebilah pedang menusuk jantungnya tatkala ia menyaksikan sendiri bagaimana anak terkasihnya, Yesus ditolak oleh orang sekampungnya, dibenci dan diperguncingkan oleh para ulama dan pemimpin bangsanya sendiri, bahkan disesah, dicacimaki, diseret dan disalibkan hingga wafat di kayu salib. Puncak kepedihan hati Maria amat terasa ketika memangku tubuh tak bernyawa anak semata wayangnya, di bukit Golgota, selepas diturunkan dari atas salib.Pedih dan teramat perih.Namun iman, harapan dan kasih Bunda Maria pada Allah membuat dia harus tunduk dan taat pada kehendak-Nya.Semuanya itu harus dilalui menuju kemuliaan kebangkitan.
Dan juga teladan kesetiaan dan ketekunan St. Monica dalam doa untuk anaknya, St. Agustinus dan suaminya St. Patrick membuahkan kemenangan oleh karena ketekunan dalam iman harapan dan kasih akan Kristus.
Tuhan Yesus, berilah aku iman yang teguh dan kasih yang taat seperti Bunda Maria dan santa Monica, agar aku kuat bertahan di dalam segala cobaan dan derita hidup sebagai jalan menuju keselamatan. Amin. (IMH )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×