SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi
Renungan Rabu, 16 September 2026 
1 Kor 12:31-13:13; Mzm 33:2-3.4-5.12.22; Luk 7:31-35
“Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru,”Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.” (Lukas 7:32)
Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan orang-orang yang sulit diajak menanggapi kehendak Tuhan. Ketika diajak bersukacita, mereka tidak menari. Ketika diajak berdukacita, mereka juga tidak menangis. Gambaran ini mau menunjukkan sikap orang yang selalu mempunyai alasan untuk tidak menanggapi. Ketika Yohanes Pembaptis datang dengan seruan pertobatan, mereka menolaknya. Ketika Yesus datang membawa kasih dan keselamatan, mereka juga tidak mau menerima-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita pun dapat bersikap demikian. Kadang kita ingin Tuhan bekerja sesuai dengan cara, waktu, dan keinginan kita. Akibatnya kita tidak menyadari bahwa Tuhan sudah berbicara melalui Sabda-Nya, melalui orang lain, melalui peristiwa kehidupan, tetapi hati kita tetap tertutup. Kita ingin Tuhan mengikuti keinginan kita, bukan kita yang belajar mengikuti kehendak-Nya.
Tuhan terus mengundang kita untuk bertobat, mengasihi, mengampuni dan melakukan kebaikan. Yang dibutuhkan bukan hanya mendengar, tetapi membuka hati dan memberikan tanggapan nyata. Jangan kita terlalui sibuk dengan keinginan dan penilaian sendiri sehingga tidak peka terhadap suara Tuhan. Mari kita belajar memiliki hati yang lembut, siap mendengar dan siap melakukan kehendak-Nya.
Tuhan Yesus, bukalah hati kami agar peka terhadap suara-Mu. Jangan biarkan kami keras hati dan selalu mencari alasan untuk menghindari kehendak-Mu. Ajarlah kami untuk mendengar, percaya, dan menanggapi panggilan-Mu dengan tindakan nyata. Semoga hidup kami semakin sesuai dengan kehendak-Mu. Amin (KLC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×