Renungan hari Selasa, 22 September 2026, Pekan Biasa XXV
Bacaan: Ams. 21:1-6.10-13; Mzm. 119:1.27.30.34.35.44; Luk. 8:19-21.
Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Lukas 8:21)
Bagi umat kristiani, kalimat “mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya” adalah hal yang tidak asing dan sudah menjadi prinsip hidup yang harus dipegang teguh.
Bagi Tuhan Yesus, mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya, merupakan suatu penghargaan untuk orang-orang yang mendasarkan hidup pada kebenaran ini.
Pada waktu orang-orang memberitahu bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya mencari Yesus, Dia menegaskan bahwa ibu dan saudara-Nya adalah barang siapa yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah. Kebenaran ini mengungkapkan bahwa setiap orang yang melakukan kehendak Allah akan memiliki hati yang mengalirkan kehidupan berlimpah: kebijaksanaan, belas kasih, dan kesetiaan tanpa batas sebagaimana dapat diteladani dari Bunda Maria, ibu Yesus. Maka belajar dari itu, kerendahan hati merupakan pintu yang harus dibangun dan dipelajari dari Yesus sendiri.
Ketika berada dalam keadaan yang tidak baik, kita sering kali tergoda mengambil jalan sendiri yang berliku-liku tanpa tujuan pasti. Pesan Injil hari ini tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan, karena dengan setia mendengarkan Sabda-Nya dan menghidupinya, Tuhan akan membimbing melalui jalan yang lurus, sehingga kondisi apa pun tidak akan melenyapkan aliran kehidupan yang berlimpah ini. Inilah kebahagiaan dan sukacita orang beriman yang tekun dan setia mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya.
Doa:
Bimbinglah aku pada jalan-Mu yang lurus, ya Tuhan. Amin. (JN)