Renungan hari Sabtu, 26 September 2026, Pekan Biasa XXV.
Bacaan: Pkh 11:9-12:8; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:43b-45
“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Lukas 9:44)
Mereka tidak mengerti perkataan Yesus sebab artinya tersembunyi. Mereka tidak paham dan tidak berani menanyakan artinya kepada-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, tentu saja mereka telah mengalami bagaimana Yesus melakukan banyak mukjizat sehingga mereka takjub dan percaya bahwa Yesuslah Mesias. Karena itu ketika Yesus mengingatkan kembali bahwa Anak Manusia akan menderita, mereka tidak dapat memahaminya, sampai nanti apa yang dikatakan Yesus benar-benar terjadi.
Penderitaan Yesus mengingatkan bahwa menjadi murid-Nya tidaklah seperti yang dipahami manusia, yang berpandangan bahwa siapa yang berkuasa dan menjadi pemimpin akan hidup dalam kemudahan dan kenyamanan oleh karena kuasanya. Yesus sendiri telah menjadi contoh bagaimana Ia mengalami penderitaan demi kasih-Nya kepada manusia. Rela disiksa dalam penderitaan menuju salib dan wafat untuk menebus dosa-dosa manusia. Maka ketika kita mengakui sebagai murid-murid Yesus, kita pun harus siap menderita sebagaimana Sang Guru. Bahkan dalam Lukas 9:23 dituliskan, ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Pasti tidak mudah untuk dilakukan tetapi kita dapat selalu memohon rahmat-Nya agar dimampukan untuk belajar melakukan kehendak-Nya, karena sebagaimana janji-Nya kepada kita kerajaan Allah sudah disediakan bagi setiap kita yang hidup di dalam Dia.
Doa: Yesus yang penuh kasih, ampunilah kami orang yang berdosa ini. Dalam hidup yang serba sulit, kami sering kali menghindari salib dan sulit mengikuti Engkau. Mohon rahmat penyertaan-Mu agar kami tidak takut menderita dalam mengikuti-Mu sebab kami percaya akan penyertaan-Mu dalam hidup kami sepanjang segala masa. Amin. (VVDL)