SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Sabtu, 3 Oktober 2026

Bacaan: Ayb 42:1-3.5-6.12-16; Mzm 119:66.71.75.91.125.130; Luk 10:17-24. 

“Namun demikian, janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Luk. 10:20)

Ketika para murid kembali dari misi mereka dengan penuh antusiasme dan kebanggaan karena roh-roh jahat takluk kepada mereka, Yesus memberikan teguran halus yang sangat penting. Yesus tidak melarang mereka merayakan keberhasilan, tetapi mengalihkan fokus mereka dari apa yang berhasil mereka lakukan kepada siapa diri mereka di hadapan Allah.

Sering kali, kita pun terjebak dalam ukuran keberhasilan duniawi atau bahkan kesombongan rohani. Kita merasa hebat ketika doa dikabulkan, pelayanan berjalan sukses, pencapaian kita luar biasa, atau ketika kita dipuji orang lain.

Namun, ayat di atas mengingatkan kita bahwa pencapaian, jabatan, kekayaan, popularitas, ataupun kemampuan yang hebat bukanlah jaminan utama. Semuanya itu dapat membuat kita merasa senang dan bangga, tetapi sifatnya hanya sementara. Sukacita sejati seorang beriman tidak terletak pada kehebatan atau karunia luar biasa yang dimiliki, melainkan pada anugerah keselamatan, yaitu kenyataan bahwa Allah mengenal kita secara pribadi dan nama kita tercatat dalam kasih-Nya yang abadi di surga.

Doa:

Yesus, terima kasih atas rahmat keselamatan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Ajarlah kami untuk selalu menjaga kerendahan hati agar sukacita hidup kami senantiasa berakar pada kepastian bahwa nama kami tercatat dalam Kerajaan-Mu. Amin.

(H2W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×