Renungan hari Sabtu, 17 Oktober 2026, Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia, Uskup dan Martir.
Bacaan: Ef. 1:15-23; Mzm. 8:2-3a.4-5.6-7; Luk. 12:8-12
“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.” (Lukas 12:8-9)
Panggilan bagi setiap kita untuk berani mengakui iman kepada Yesus Kristus di hadapan sesama tanpa rasa takut, dengan keyakinan penuh bahwa Roh Kudus selalu menyertai dan memampukan kita.
Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, “mengakui Kristus” jarang sekali menghadapkan kita pada ancaman fisik yang ekstrem. Tantangan terbesar kita justru muncul dalam rutinitas sehari-hari: di kantor, di kampus, di sekolah, atau di tongkrongan. Mengakui Kristus berarti berani tampil beda demi kebenaran, bahkan ketika lingkungan sekitar kita memilih jalan yang kompromistis.
- Mengakui lewat karakter (ayat 8-9): Yesus berkata, siapa yang mengakui-Nya di depan manusia, akan diakui-Nya di depan malaikat Allah. Di era digital ini, kita mengakui Kristus bukan cuma lewat status media sosial atau kalung salib, melainkan lewat integritas kita. Ketika kita memilih jujur saat yang lain curang, dan memilih mengasihi saat yang lain membenci, di sanalah kita sedang mengakui Kristus.
- Jangan menolak suara hati (ayat 10): Menghujat Roh Kudus adalah tindakan sengaja menutup telinga dan hati secara terus-menerus terhadap teguran Tuhan. Sebagai anak Tuhan, mari kita jaga hati agar tetap peka dan lembut saat ditegur oleh Roh Kudus ketika kita mulai melenceng.
- Andalkan Roh Kudus, bukan logika sendiri (ayat 11-12): Mengapa kita sering takut atau ragu untuk mempertahankan iman dan nilai-nilai kristiani? Karena kita takut ditolak atau bingung harus merespons apa. Yesus berjanji, Roh Kudus akan mengajar kita apa yang harus dikatakan pada saatnya. Tugas kita hanya taat dan berserah.
“Mengakui Kristus” bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah kehormatan tertinggi bagi kita yang telah ditebus oleh darah-Nya. Dunia mungkin menuntut kita untuk berkompromi, namun ingatlah bahwa pengakuan kita di bumi akan bergema hingga ke surga. Mari melangkah dengan berani di tempat kerja, sekolah, maupun di lingkungan pergaulan kita. Kita tidak berjalan sendirian; Roh Kudus ada di dalam kita, memberikan hikmat dan kekuatan pada setiap musim kehidupan. Jadilah saksi Kristus yang hidup, karena ketika kita berani berdiri bagi-Nya di hadapan manusia, Dia dengan bangga akan merangkul kita di hadapan Bapa dan para malaikat-Nya.”
Lagu: Tetap Setia (Mike Mohede)
Doa:
Bapa Surgawi yang bertakhta di dalam kerajaan surga, kami bersyukur atas kebenaran firman-Mu hari ini yang mengingatkan kami akan panggilan mulia sebagai saksi-Mu. Ampuni kami Tuhan, jika sering kali rasa takut, gengsi, dan kekhawatiran akan penolakan dunia membuat kami ragu untuk menunjukkan identitas iman kami. Amin. (SWK)