SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Sabtu, 24 Oktober 2026

Bacaan: Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk. 13:1-9.

…untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (Efesus 4:12)

Shalom, para sahabat seiman,

Dalam pelayanan, kita dipanggil sebagai pekerja di ladang Tuhan untuk membantu pertumbuhan iman sesama, bukan memaksa mengubah kepribadian mereka secara instan. Perubahan kepribadian yang sejati adalah karya Tuhan sendiri bagi mereka yang mau berserah total, membangun relasi intim, serta memiliki iman yang dewasa kepada-Nya. Oleh karena itu, fokus utama kita adalah merawat dan menyiapkan hati banyak orang agar siap mengalami pertobatan sejati.

Namun, realitasnya, kehidupan dalam komunitas sering kali diwarnai banyak perbedaan. Ada pelayan yang gesit, ada yang lambat, ada yang pandai berbicara, tetapi ada juga yang kaku. Tidak jarang timbul sikap eksklusivitas, senioritas, hingga keengganan untuk bekerja sama dengan orang-orang tertentu.

Sama seperti para rasul yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda, Tuhan justru sengaja mengutus rasul-rasul yang tidak cocok untuk pergi berdua agar mereka belajar rendah hati, menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain, serta saling melengkapi.

Tuhan ingin kita, para pekerja di kebun anggur-Nya, mengalami pertobatan pribadi terlebih dahulu, mau berubah lebih dahulu dan meruntuhkan tembok kesombongan diri.

Apakah kita:

Persatuan hanya bisa terjadi ketika kita bersedia menanggalkan ego dan kebanggaan diri. Tuhan memanggil kita menjadi bejana kosong yang siap diisi oleh-Nya.

Ketika kita melepaskan kepentingan pribadi dan membuka hati, Tuhan akan memenuhinya dengan sukacita rohani, kemuliaan, dan kekudusan. Pelayanan kita akan diperlengkapi menurut kekayaan, kemuliaan, dan kemurahan hati-Nya.

Tuhan memberkati. (PPT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×