SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi
Renungan Selasa, 27 Oktober 2026
Ef 5 : 21-23; Mzm 128:1-5; Luk 13:18-21
Ia seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya (Lukas 13:19).
Kerajaan Allah itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi. Tuhan menunjukkan kuasa-Nya melalui hal-hal kecil dan sederhana bahwa biji sesawi yang kecil yang ditanam akan tumbuh menjadi pohon yang besar, sehingga burung-burung bisa bersarang pada ranting-rantingnya. Demikian juga dengan ragi, meskipun kecil bisa membuat adonan menjadi mengembang.
Biji sesawi ibarat gereja kita yang terus bertumbuh menjadi besar. Menjadi naungan bagi banyak orang yang ingin memuliakan Allah, mencari jalan kebenaran dan keselamatan. Ragi ibarat anggota gereja yang diutus membawa jiwa-jiwa yang masih tinggal dalam kegelapan untuk masuk dalam cahaya keselamatan dam kebaikan agar kerajaan Allah terus berkembang.
Walaupun iman kita terasa kecil, kalau kita benar-benar percaya dan bersandar kepada Tuhan, pasti Tuhan bisa bekerja secara luar biasa dalam hidup kita. Iman adalah karunia dari Allah bukan hasil usaha manusia. Sehingga kita perlu dan harus memeliharanya dengan doa dan hidup dekat dengan Tuhan. Iman kecil yang hidup akan bertumbuh dan membawa perubahan besar bagi hidup kita dan orang lain. Allah tidak melihat besarnya karya kita, melainkan besarnya kasih dibalik setiap tindakan kecil. Marilah kita berusaha melakukan hal-hal kecil. ( MFK )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×