Renungan Jumat, 30 Oktober 2026
Fil 1: 1-11; Mzm 114:1-2 ; 3-4; 5-6; Luk 14 : 1-6
Lalu Yesus berkata kepada ahli–ahli Taurat dan orang–orang Farisi “Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak ?” ( Lukas 14:3 )
Mengapa orang sering takut melakukan perbuatan baik pada hari Sabat, manusia sering terikat untuk melanggar hukum yang diciptakan oleh pola pikirnya sendiri, sehingga menimbulkan keraguan bagi diri sendiri untuk berbuat kebaikan. Nah, karena takutnya menyalahi hukum dan adat istiadat, maka keutamaan kebajikan yang menjadi kehendak Tuhan hilang. Semua hari itu baik, untuk melakukan apa yang berkenan pada Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan kebaikan, maka semua hari yang diciptakan-Nya adalah milik Tuhan dan baik adanya.
Seringkali anak–anak muda yang akan menikah tidak boleh memilih hari, bulan, dan tahun yang ditentang oleh orang–orang tua mereka menurut aturan adat istiadat mereka. Namun banyak dari anak –anak muda yang melanggar hal–hal tersebut dengan doa. Tapi Tuhan yang punya kehidupan itu baik, Tuhan mendengarkan doa–doa mereka dan akhirnya mereka bisa membuat orang–orang tua mereka terdiam dan tidak bisa berkata apa- apa. Dihadapan Tuhan semua hari adalah baik.
Hari ini Yesus bertanya kepada orang–orang Farisi dan ahli Taurat namun sekaligus juga bertanya kepada kita semua. “Apakah diperkenankan menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat? Atau menentukan hari–hari nikah dan lain–lain sesuai dengan pilihan kita sendiri? Atau masih harus memilih berdasarkan adat istiadat orang tua?”
Jangan jemu–jemu berbuat baik dan hidup yang mengandalkan Tuhan dalam segala perkara. Allah adalah kasih. ( SS )