Renungan hari Jumat, 6 November 2026, Pekan Biasa XXXI.
Bacaan: Flp. 3:17-4:1; Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk. 16:1-8.
“Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” (Lukas 16:8b)
Kecerdikan adalah talenta yang dikaruniakan Tuhan bagi kita. Tapi kita sering kali menggunakan kecerdikan tidak pada tempatnya. Seharusnya kita sadar, bahwa karunia dari Tuhan harus dipergunakan sebagaimana mestinya, terutama untuk kebaikan bagi sesama. Namun rasa keegoisan dapat membuat seseorang menggunakannya hanya untuk keuntungan diri sendiri.
Jika kita menyimak bacaan hari ini, bendahara yang tidak jujur itu telah berpikir cerdik jauh ke depan untuk menjamin masa depannya. Yesus tidak memuji ketidakjujurannya, melainkan kecerdikannya yang berani bertindak demi masa depan.
Sebagai murid-murid Kristus, hendaklah kita juga cerdik mempersiapkan kekekalan. Seperti yang dinasihatkan Paulus untuk meneladan hidup yang benar demi kewargaan kita di surga (Flp. 3:20). Mari meneladan Guru kita dalam berbuat kasih. Yesus mati bagi kita untuk menebus dosa kita. Sudahkah kita juga “mati” bagi sesama? Dengan mematikan keegoisan kita, sehingga kita dapat berbuat kasih dan keadilan bagi sesama yang membutuhkan.
Doa:
Allah Roh Kudus, bantu kami untuk mematikan rasa egois kami, agar kami dapat menggunakan kecerdikan yang Kau karuniakan untuk berbuat kasih seperti yang diteladankan Yesus kepada kami. Amin. 🙏🙏 (VMHFS)