SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Sabtu, 7 November 2026, Pekan Biasa XXXI, Hari Sabtu Imam.

Bacaan: Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2.5-6.8a.9; Luk. 16:9-15.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)

Santa Teresa dari Kalkuta pernah berkata, “Kita dipanggil tidak untuk sukses, tetapi untuk setia”. Setia pada apa? Setia pada hal-hal yang kecil dan setiap proses. Di tengah dunia modern ini, hidup kita diwarnai suasana serba cepat, serba instan, cepat saji, dan sebagainya. Orang bisa tergoda untuk mengutamakan hal-hal yang spektakuler, memukau, dan riuh tepuk tangan. Kalau tidak hati-hati, orang tidak lagi tahan dengan ketekunan terhadap hal-hal yang kecil dan proses yang dijalani.

Kesetiaan itu bukanlah masalah kewajiban, melainkan sejumput kemauan dalam totalitas pemberian diri. Bagi sebagian orang, kesetiaan hanya bersinggungan dengan persoalan dan tanggung jawab besar yang dapat disaksikan dan diapresiasi banyak orang. Karena itu hal sederhana dan yang kurang memberi kontribusi besar dapat disepelekan atau dihindari. Namun bukankah justru dalam hal-hal yang sederhana sebuah kesetiaan dapat teruji? Hidup beriman itu menuntut kesetiaan utuh dan mutlak. Maka dalam situasi apa pun dan tantangan bagaimana pun, hendaknya iman kita tidak tergoncangkan hanya karena rayuan dan godaan yang menggiurkan dari sisi manusiawi kita.

Dalam hidup harian sering kali kita dihadapkan pada sikap untuk tidak bersikap tegas dan bertanggung jawab sebagai orang beriman. Muncul sikap meremehkan, mudah putus asa, atau kekhawatiran berlebihan. Dalam Tuhan hendaknya kita berani mengatakan: ”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp.4:13).

Demikian pula dalam hal pertumbuhan iman dan hidup panggilan. Hal itu membutuhkan proses. Seperti merawat tanaman, bermula dari kecil sampai berkembang besar. Di sana iman butuh disirami, dipupuk, dan dirawat. Lewat apa? Doa, devosi, Ekaristi, ziarah, dan peduli berbagi pada sesama. Orang yang setia pada perkara kecil, akan dipercaya juga dalam hal-hal yang menentukan. Tanggung jawab seperti inilah yang perlu sungguh disadari dalam kehidupan orang-orang Kristen.

Tuhan memberkati. (LF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×