Renungan hari Minggu, 8 November 2026, Hari Minggu Biasa XXXII.
Bacaan: Keb. 6:12-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,7-8; 1Tes. 4:13-18 (panjang) atau 1Tes. 4:13-14 (singkat); Mat. 25:1-13.
“sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.” (Matius 25:4)
Tuhan Yesus menekankan pentingnya kebijaksanaan bagi orang beriman dalam perumpamaan lima gadis bodoh dan lima gadis yang bijaksana.
Mereka sama-sama tahu apa yang penting. Mereka sama-sama memilikinya dan tahu bagaimana mendapatkan hal itu. Tetapi tindakan atau aksi yang dilakukan berbeda. Dan tentu saja hasilnya juga berbeda: yang lima orang boleh masuk, yang lima lainnya hanya sampai pada pintu.
Kebijaksaan bukan hanya berupa pengetahuan atau pertimbangan saja tapi sampai pada tindakan. Dan dalam bacaan pertama, Tuhan mengajarkan bagaimana cara mendapatkan kebijaksanaan, yaitu dengan mengasihi-Nya, merindukan-Nya, dan mencari-Nya.
Tuhan adalah sumber kebijaksanaan itu sendiri. Karena itu kitab Kebijaksanaan Salomo mengatakan: “Siapa yang berjaga karena kebijaksanaan segera akan bebas dari kesusahan.”
Tanpa Tuhan, mustahil kita dapat masuk dalam Kerajaan Surga. (TFS)